Biro Adm. Pembangunan

Gaet Investor, Pemprov Jatim Gelar Market Sounding Proyek SPAM PDAB

img

"Dalam Perpres 80 tahun 2019, tercatat sebanyak 72 proyek strategis yang akan dibiayai dalam skema KPBU. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pantura merupakan salah satu proyek strategis yang akan menjadi langkah awal direalisasikannya Perpres 80 tahun 2019 dengan skema KPBU."

Surabaya : Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim menawarkan  investasi Proyek SPAM skema KPBU Regional Pantura Jawa Timur. Penjajakan minat pasar (market sounding) dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dengan nilai Rp. 1,58 Triliun Rupiah.

Hal ini sesuai dengan upaya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merancang pembangunan secara berkelanjutan dan terwujud dalam Perpres 80 tahun 2019. Berbagai proyek strategis nasional dan daerah telah ditetapkan dengan beberapa skema pembiayaan. Salah satunya ialah skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dalam Perpres 80 tahun 2019, tercatat sebanyak 72 proyek strategis yang akan dibiayai dalam skema KPBU. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pantura merupakan salah satu proyek strategis yang akan menjadi langkah awal direalisasikannya Perpres 80 tahun 2019 dengan skema KPBU.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim Jumadi menjelaskan, SPAM regional Pantura menjadi salah satu prioritas KPBU yang dapat dijadikan quick win 2021. Langkah ini dilakukan Biro Administrasi Pembangunan sebagai show case yang bisa dikerjakan sekaligus telah mendapat dukungan dari Bapenas untuk Feasibility Studi (FS).

“Mengapa kita mengambil dulu SPAM regional? Karena kita telah berpengalaman dalam melaksanakan SPAM Umbulan bersama PT Air Bersih Jatim,” tutur Jumadi usai mengikuti forum Market Sounding SPAM Regional Pantura di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Jumat (18/12).

Melalui Market Sounding tersebut, proses pelaksanaan KPBU ini sudah dalam fase pertengahan. Maka harapannya, daerah yang menjadi sasaran pembangunan SPAM regional ini dapat tercover. Sebab, kebutuhan terhadap air bersih di tiga daerah tersebut cukup tinggi. Bahkan melalui survey yang dilakukan kebutuhan untuk menyambung air bersih mencapai 60 persen.

“Secara umum, daerah Pantura itu juga merupakan daerah yang potensi pertumbuhan ekonominya cukup tinggi. Sehingga ini pasar yang menjanjikan sekali bagi pemerintah maupun swasta dalam melaksanakan KPBU ini,” tutur Jumadi.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Soekaryo menambahkan, SPAM Pantura ini diharapkan segera terlaksana untuk dapat memberikan layanan dasar kepada masyarakat terhadap kebutuhan air bersih. Maka pemerintah membuat market sounding untuk menarik investasi dari badan usaha. “Kita awali KPBU sebelum nanti masuk tahun 2021 kita juga sudah merancang quick win sebanyak 29 program prioritas yang akan dilanjutkan. Prioritas ini telah melewati review dari Bappenas dan juga diskusi bersama LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Unair,” tutur Soekaryo.

Lebih lanjut Soekaryo menambahkan, SPAM Regional Pantura ini akan melayani lima daerah antara lain Tuban, Bojonegoro, Lamongan. Melalu proyek ini, PT Air Bersih Jatim akan dapat meningkatkan layanannya terhadap 166 ribu sambungan rumah. Dengan demikian, cakupan layanannya akan meningkat dari 37,98 persen menjadi 65 persen dari total penduduk di wilayah layanan. “Dalam Market Sounding ini ada sebanyak 42 badan usaha yang kita tawarkan untuk menjadi bagian dalam pengerjaan proyek ini. Kita berharap, dengan potensi yang menjanjikan ini mereka akan tertarik dalam penyediaan SPAM Regional Pantura ini,” ujar Soekaryo.

Dirut PT Air Bersih Jatim Joko Triono menambahkan, proyek ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 1,58 triliun. Skema pembiayaan tersebut akan ditanggung dalam tiga sumber pembiayaan. Antara lain, investasi swasta sebesar Rp 481,81 miliar, kementerian keuangan Rp 462,92 miliar dan Kementerian PUPR sebesar Rp 635,89 miliar. “Kita masih akan berjuang agar dukungan pemerintah sendiri akan lebih besar dalam pelaksanaan proyek ini,” tutur Joko.

Dengan sambungan ini, akan terjadi peningkatan penyediaan ari baku dari 282 liter per detik menjadi 1.669 liter per detik,” jelas Joko Triono. Joko mengungkapkan, karena proyek ini juga bagian dari kegiatan bisnis, maka keuntungan secara finansial harus terhitung khususnya bagi penanam modal dari swasta. “Karena swasta pasti akan menghitung keuntungan yang akan mereka dapatkan. Tidak mungkin mereka masuk kalau tidak untung. Dari perhitungan kita, IRR yang bisa kita indikasikan adalah 12,43 persen. Dan itu di atas WACC sebesar 10,24 persen,” pungkas dia. (yok)

0 COMMENTS
BIROAP
KONTRIBUTOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Link Posting yang berhubungan

Comments

 

USER SIDEBAR MENU